Four Overlooked Indonesian Destinations

Traveling can sometimes appear more glamorous than it actually is. From the experience of going on a plane to reaching your destination, it’s easy to have an overly romanticized idealization of what your holiday would look like. After all, the images on Google and Instagram didn’t account for the horde of excited tourists (which may or may not include you) heading in one direction. So, yes, the picture you’re dying to take of yourself with the perfect sunset backdrop might not be exactly feasible, unless you don’t mind the twelve children running in the background. You can always shoo them if you’re audacious enough.

But, holidays don’t have to be like this, especially not in Indonesia. With over 17,000 islands, is it a surprise that the world’s largest archipelago has a myriad of hidden islands that you’ve probably never heard of? Sure, Bali is always great, but there’s so much more to the country than this tourist-infested island. So the next time you are planning a trip around Indonesia, perhaps consider one of these 4 places that will defy your definition of paradise in the most beautiful of ways.

1. Kei Islands

Download Treya

Tucked away in the eastern side of Maluku, Indonesia’s famed spice region, the islands, also known as the Kai Islands, are renowned for their pristine, untouched beaches. The crème de la crème is Ngurbloat beach, also known as Pantai Pasir Panjang, or “long beach”. Ngurbloat’s white sandy shore stretches for more than 5km – so soft and powdery it feels like flour under the feet. The water is crystal clear, the waves are calm, and the coastline is framed by thousands of coconut trees. If you want a bit of festivity, head over to Ngurtavur beach to watch squadrons of pelicans patrolling the sky and skimming the shorelines. No matter what you plan to do there, it will be nothing short of memorable.

2. Tanjung Puting

Deep in the heart of Indonesian Borneo is Tanjung Puting National Park, one of the few places on Earth where you can see orangutans in their natural habitat. It’s a 400,000 hectare conservation area where you can cruise down a winding river on a boat, taking in the sights of monkeys jumping from tree to tree. Camp Leakey serves as a rehabilitation centre and research station for Orangutan Foundation International, and a base for scientists, staff, students and park rangers. When visiting the camp, you will be able to see orangutans up close and learn about the conservation efforts for this endangered species.There are a number of eco-lodges such as the Rimba Eco Lodge, Yayorin Lodge or Flora Homestay. The best way to experience Tanjung Puting is to charter a full-board Klotok boat. Dinner will be served on the deck under the stars and surrounded by thousands of fireflies. Sounds amazing doesn’t it?

3. Solo

There are two historical dynasties in Central Java: the Sultanate of Yogyakarta and the Sultanate of Surakarta (also known as Solo). Most tourists make a its duty to visit the bustling Yogyakarta, whereas quaint Solo often gets overlooked. Solo is home to two beautiful royal palaces (Pura Mangkunegaran and Kasunanan Palace), a number of ancient temples (Candi Sukuh and Candi Cetho), and the biggest batik market in Java (Klewer market). The town’s vibrant art and culture scene also draws many students and scholars to learn about Javanese traditional music and dance, as well as traditional crafts such as batik, kris (a Javanese dagger) and leather puppets known as Wayang. And never leave Solo before indulging yourself in culinary adventures. Try nasi liwet, rice cooked with coconut and chicken broth served with a bit of everything – a staple in Solo.

4. Raja Ampat

Yes, most of you are probably familiar with Raja Ampat, which doesn’t really make it a hidden gem anymore, but I would say that it is still criminally overlooked. Granted, Raja Ampat is not the easiest place to get to. First, take a four-hour flight from Jakarta to Sorong. Then hail a taxi to take you to the ferry harbour. A ferry will take you to Waisai, on the island of Waigeo. The journey to Waisai from Sorong will take roughly two hours. So this might be why it’s still overlooked by travelers. But we’re here to tell you that it’s worth it.

Nicknamed “the Amazon of the ocean”, Raja Ampat is a scuba divers’ paradise. It has 1,000 islands – mostly uninhabited – and a haven to at least 75 per cent of all the world’s coral species. Its waters are also home to more than 1,000 tropical fish species. This place is also fantastic for bird watching. Most birders go here to spot the birds of paradise, but more than 250 species of exotic birds have been recorded in Raja Ampat. Go island-hopping to Waigeo, Wajag, Kri, Sawandarek or Misool. Find hidden lagoons, mysterious caves, and trek your way up Pianemo island to the Raja Ampat vantage point. Don’t forget to visit Arborek village, where friendly children will welcome you with traditional dance, and you can swim with thousands of fish. Believe us when we say that the magnificent views you will experience there will be eternally etched in your memories, and you’ll be so thankful to have listened to our advice and visit Raja Ampat.

Bahasa Indonesia

Traveling kadang-kadang dapat terlihat lebih keren daripada yang sebenarnya. Dari pengalaman naik pesawat sampai mencapai tujuan liburan kamu, sebenarnya gampang untuk memiliki ide yang terlalu romantis seperti apa liburan kamu nantinya. Lagipula, gambar di Google dan Instagram tidak memperhitungkan gerombolan wisatawan yang sedang ramai berfoto di tujuan liburan kamu. Jadi foto yang ingin kamu ambil dengan latar belakang matahari terbenam yang cantik mungkin tidak segampang itu untuk mengambilnya, kecuali kalau kamu tidak keberatan dengan dua belas anak yang berlari di latar belakang (kamu selalu bisa mengusir mereka sih kalau cukup berani).

Tetapi, liburan tidak harus seperti ini, terutama di Indonesia. Dengan lebih dari 17.000 pulau, pasti tidak mengejutkan kalau negeri kepulauan terbesar di dunia ini memiliki banyak pulau tersembunyi yang mungkin belum pernah kamu dengar? Tentunya Bali selalu luar biasa, tetapi ada jauh lebih banyak hal di negara ini yang belum dipenuhi turis. Jadi pada saat kamu merencanakan perjalanan keliling Indonesia, mungkin pertimbangkan salah satu dari 4 tempat ini yang bisa menjadi surga di Indonesia yang belum banyak dijelajahi orang-orang.

1. Kepulauan Kei

Tersembunyi di sisi timur Maluku, wilayah sumber rempah-rempah yang terkenal di Indonesia, pulau-pulau ini, yang juga dikenal sebagai Kepulauan Kai, terkenal karena pantainya yang murni dan tak tersentuh. Yang paling bagus adalah pantai Ngurbloat, yang juga dikenal sebagai Pantai Pasir Panjang, atau “pantai panjang”. Pantai berpasir putih Ngurbloat membentang lebih dari 5 km – begitu lembut dan halus hingga terasa seperti tepung di bawah kaki. Airnya jernih, ombaknya tenang, dan garis pantai dibingkai oleh ribuan pohon kelapa. Jika kamu ingin sedikit lebih adventurous, pergilah ke pantai Ngurtavur untuk menonton skuadron burung pelikan yang berpatroli di langit dan menelusuri garis pantai. Tidak peduli apa yang kamu rencanakan untuk dilakukan di sana, semua pengalaman kamu pasti tak terlupakan.

2. Tanjung Puting

Jauh di jantung Kalimantan Indonesia adalah Taman Nasional Tanjung Puting, salah satu lokasi langka di mana kamu dapat melihat orangutan di habitat aslinya. Ini adalah area konservasi sebesar 400.000 hektar di mana kamu dapat berkapal menyusuri sungai berliku sambil menikmati pemandangan monyet yang melompat dari pohon ke pohon. Camp Leakey berfungsi sebagai pusat rehabilitasi dan stasiun penelitian untuk International Orangutan Foundation, dan pangkalan untuk ilmuwan, staf, dan siswa. Ketika mengunjungi kamp, ​​kamu akan dapat melihat orangutan dari dekat dan belajar tentang upaya konservasi untuk spesies yang terancam punah ini. Ada sejumlah pondok ramah lingkungan seperti Rimba Eco Lodge, Yayorin Lodge atau Flora Homestay di mana kamu bisa menginap. Cara terbaik untuk menjelajahi Tanjung Puting adalah dengan menyewa kapal Klotok full-board. Makan malam akan disajikan di geladak di bawah bintang-bintang dan dikelilingi oleh ribuan kunang-kunang. Kedengarannya luar biasa bukan?

3. Solo

Ada dua kerjaaan di Jawa Tengah: Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta (juga dikenal sebagai Keraton Solo). Sebagian besar turis bantak mengunjungi Yogyakarta, sedangkan Solo yang sama cantiknya sering diabaikan. Solo adalah rumah bagi dua istana kerajaan yang indah (Pura Mangkunegaran dan Istana Kasunanan), sejumlah candi kuno (Candi Sukuh dan Candi Cetho), dan pasar batik terbesar di Jawa (Pasar Klewer). Pemandangan seni dan budaya kota yang dinamis ini juga banyak menarik siswa dan cendekiawan untuk belajar tentang musik dan tarian tradisional Jawa, serta kerajinan tradisional seperti batik, keris, dan boneka kulit yang dikenal sebagai Wayang. Dan jangan pernah meninggalkan Solo sebelum memanjakan diri dalam petualangan kuliner. Cobalah nasi liwet – nasi yang dimasak dengan kelapa dan kaldu ayam yang disajikan dengan sedikit segalanya – yang merupakan makanan pokok di Solo.

4. Raja Ampat

Iya betul, sebagian besar dari kalian pasti kenal dengan nama Raja Ampat, yang mungkin tidak membuat Raja Empat sebagai “Hidden Gem” lagi, tetapi menurut kami Raja Ampat masih belum cukup banyak dikunjungi oleh para travelers. Memang, Raja Ampat bukan tempat termudah untuk sampai. Pertama, kamu harus mengambil penerbangan selama empat jam dari Jakarta ke Sorong. Kemudian naik taksi untuk mengantar kamu ke pelabuhan ferry. Sebuah ferry akan membawa kamu ke Waisai, di pulau Waigeo. Perjalanan ke Waisai dari Sorong akan memakan waktu sekitar dua jam. Jadi ini mungkin mengapa masih diabaikan oleh para travelers. Tapi kami di sini untuk memberi tahu kamu bahwa perjalanan ini sangat worth it.

Dijuluki “Amazon lautan”, Raja Ampat adalah surga bagi penyelam scuba. Pulau ini memiliki 1.000 pulau – sebagian besar tidak berpenghuni – dan merupakan surga bagi setidaknya 75 persen dari semua spesies karang dunia. Perairannya juga menjadi rumah bagi lebih dari 1.000 spesies ikan tropis. Tempat ini juga fantastis untuk mengamati burung. Sebagian besar penggemar burung datang ke sini untuk melihat burung cendrawasih, tetapi  sebenarnya ada lebih dari 250 spesies burung eksotis yang telah tercatat di Raja Ampat. Pergilah menjelajahi pulau ke Waigeo, Wajag, Kri, Sawandarek, atau Misool. Temukan laguna yang tersembunyi, gua-gua misterius, dan jelajahi jalan kamu ke Pulau Pianemo. Jangan lupa mengunjungi desa Arborek, di mana anak-anak yang ramah akan menyambut kamu dengan tarian tradisional, dan di mana kamu dapat berenang dengan ribuan ikan. Percayalah kepada kami ketika kami mengatakan bahwa pemandangan menakjubkan yang akan kamu alami di sana akan terukir selamanya dalam ingatan kamu, dan kamu akan sangat berterima kasih telah mendengarkan saran kami dan mengunjungi Raja Ampat.

banner blog treya - long