Kawah ijen merupakan salah satu tempat destinasi yang harus dikunjungi bagi kamu para petualang yang ingin mencari keindahan di dunia. Bagi kamu yang ingin menyaksikan legenda “Blue Fire” atau api biru maka disinilah tempatnya. Bagi kamu yang tidak tahu, api biru yang tercipta secara natural oleh volkano yang aktif dan hanya tersedia di 2 tempat di seluruh dunia: salah satunya ada di Islandia dan satu lagi ada di Indonesia.

Kawah Ijen ini sendiri memiliki kedalaman sekitar 200 meter dan luas sekitar 5.466 hektar. Ketinggian kawah berada sekitar 2.443 meter dari permukaan laut.

Kamu biasanya akan memulai petualangan kamu saat tengah malam. Apabila lebih lambat dari waktu tersebut, maka pengalaman untuk melihat Api Biru akan berkurang karena Api Biru sebaiknya dapat dilihat di kegelapan total. Cahaya matahari dapat mengurangi pengalaman melihat si Api Biru walaupun melihat matahari terbit dari kawah Ijen merupakan pengalaman yang berbeda yang tidak boleh dilewatkan.

Cuaca yang dingin akan langsung menyapa kamu sesaat setelah kamu menjejakkan kaki dari mobil di kaki gunung sehingga kamu akan menyesal apabila kamu tidak mengenakan jaket. Cuaca di kaki gunung biasanya berkisar di antara 10-15 derajat celcius sepanjang tahun, sehingga direkomendasikan mengenakan sarung tangan juga, dan bagi Kamu yang lupa membawa atau tidak memiliki sarung tangan, jangan khawatir karena sarung tangan juga tersedia di titik mulai trekking yang hanya seharga Rp 10,000. Kamu juga dianjurkan menggunakan sepatu hiking karena perjalanan cukup licin.

Perjalanan menuju kawah Ijen dimulai pada malam hari, namun rasa kantuk kamu akan hilang saat melihat keindahan langit di malam hari. Cahaya bintang-bintang di langit yang indah akan membuat perjalanan trekking kamu yang berkisar antara 1-2 jam tidak terasa dan menyenangkan.

Kawah Ijen Crater
Kawah Ijen Crater

Pendakian menuju kawah Ijen tidak bisa dibilang sulit, namun juga tidak bisa dibilang mudah. Sebaiknya kamu berjalan perlahan karena banyak bebatuan yang dapat membuat Kamu terpeleset. Kalau Kamu tidak kuat, di sana ada taksi atau ojek manusia. Bukan menggunakan mesin, melainkan ini merupakan alat transportasi yang terbuat dari gerobak. Nantinya akan didorong oleh seseorang yang biasanya adalah penambang di sana, dan bisa ditumpangi oleh wisatawan dengan tarif yang diberikan.

Namun, perjalanan tidak selesai ketika Kamu sampai di puncak, Kamu harus mendaki turun untuk masuk ke dalam kawah sekitar 700 meter untuk melihat si Api Biru. Tak heran bukan hanya para traveler saja yang berkunjung ke sana, melainkan juga para ahli geologi maupun peneliti, banyak yang mengunjunginya. Setiap saat, banyak turis lokal maupun internasional yang penasaran dengan fenomena api biru ini.

Tidak hanya menikmati panorama alam, tetapi Kamu juga bisa menyaksikan kegiatan dari para penambang di sana. Para penambang tersebut biasanya turun ke dasar kawah untuk mengumpulkan bongkahan belerang. Setelah mendapatkannya mereka bawa dan ditampung di puncak gunung. Perlu diketahui, para penambang begitu memiliki keberanian dan melakukannya dengan cara konvensional, hanya mengandalkan tenaga dari tubuhnya.

Kawasan Ijen seringkali ditutup karena kandungan belerang yang terlalu tinggi yang dapat membahayakan para traveler maupun penambang di kawasan tersebut. Kawasan Ijen dapat sewaktu-waktu ditutup ketika kamu bahkan sudah sampai di sana. Para pengelola benar-benar memperhatikan keselamatan pengunjung dan penambang yang melakukan aktivitas di sana. Ketika kamu sudah memasuki area kawah pun, asap belerang dengan kadar tinggi bisa-bisa menghampirimu. Jika tidak kuat, baunya yang menyengat bukan hanya membuatmu batuk-batuk dan pusing, melainkan juga pingsan bahkan meninggal dunia. Jadi berhati-hati yaa saat di sana!

Untuk menghindari asap beracun yang sewaktu-waktu dapat menghampiri, para pengunjung disarankan untuk menggunakan masker yang dilengkapi dengan penyaring udara. Biasanya masker tersebut bisa kamu sewa saat di pos atau sudah disediakan oleh pemandu jika kamu menyewa pemandu wisata. Namun sayangnya, banyak traveler yang tak mengindahkan penggunaan masker tersebut, dan hanya menggunakan masker kain ala kadarnya. Padahal jika terlalu lama terpapar, asap belarang sangat tidak baik untuk tubuhmu, dan secara tidak sadara, bibir akan terasa pahit karena asap belarang tidak tersaring.

Kami menyediakan jasa Open Trip bagi Kamu yang tertarik mengunjungi Ijen, klik di sini.

Atau kalau Kamu tertarik untuk melihat paket Open Trip lain silahkan kunjungi website kami di sini.

 

Kami juga menulis artikel tentang destinasi populer lain di Indonesia antara lain kawah Ijen, dataran tinggi Dieng, pulau Pahawang, anak gunung Krakatau, gunung Bromo, pulau Komodo, pulau Belitung dan Raja Ampat.

# # # # # # # # # #

April 27, 2018

Leave a Reply