Sebelum kami membahas keadaan Anak Gunung Krakatau sekarang, cukup menarik juga apabila kami mulai dengan sejararahnya Gunung yang legendaris ini.

Krakatau dulu merupakan kepulauan berupa pegunungan vulkanik aktif yang berada di Selat Sunda, di antara Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Gunung Krakatau sudah ada sejak zaman purba dan sudah pernah terjadi letusan beberapa kali sehingga sekarang.

Letusan yang paling terakhir terjadi sekitar 135 tahun yang lalu. Pada tanggal 27 Agustus 1883, terjadi letusan mahadahsyat (skala VEI/Volcano Eruption Index = 6.0) yang menghancurkan 60% tubuh krakatau di bagian tengah sehingga terbentuk lubang kaldera sepanjang 7 km dan menyisakan 3 pulau kecil, yaitu Pulau Rakata, Pulau Sertung, dan Pulau Panjang. Letusan krakatau tersebut dapat terdengar hingga 4600 km, dan ledakannya melemparkan batu-batu apung dan abu vulkanik. Ledakan Krakatau telah melemparkan batu-batu apung dan abu vulkanik dengan volume 18 kilometer kubik. Semburan debu vulkanisnya mencapai 80 km. Benda-benda keras yang berhamburan ke udara itu jatuh di dataran pulau Jawa dan Sumatera bahkan sampai ke Sri Lanka, India, Pakistan, Australia dan Selandia Baru. Dampak dari letusan gunung krakatau adalah tercatat jumlah korban yang tewas mencapai 36.417 orang dan menimbulkan dua tsunami dengan ketinggian 40m dan kecepatan 96 km/jam. Kerangka-kerangka manusia ditemukan mengambang di Samudera Hindia hingga pantai timur Afrika sampai satu tahun setelah letusan.

Suara ledakan dan gemuruh letusan Krakatau terdengar sampai radius lebih dari 4.600 km hingga terdengar sepanjang Samudera Hindia, dari Pulau Rodriguez dan Sri Lanka di barat, hingga ke Australia di timur.

Letusan tersebut masih tercatat sebagai suara letusan paling keras yang pernah terdengar di muka bumi. Siapapun yang berada dalam radius 10 kilometer niscaya menjadi tuli. The Guiness Book of Records mencatat bunyi ledakan Krakatau sebagai  bunyi paling hebat yang terekam dalam sejarah.

Pada tahun 1927, kurang lebih sekitar 43 tahun setelah gunung krakatau meletus, muncul gunung api dari kaldera purba yang masih aktif. Namanya adalah Anak Gunung Krakatau. Kecepatan pertumbuhan tingginya sekitar 20 inci per bulan dan setiap tahun ia menjadi lebih tinggi sekitar 20 kaki.

Sekarang, Anak Gunung Krakatau cepat populer di kalangan pelancong di seluruh Indonesia. Anak Krakatau mulai banyak dilirik karena lokasinya yang tidak begitu jauh dan menawarkan pemandangan yang tidak kalah menarik dibanding Bromo dan Semeru.  Banyak wisatawan yang ingin menjejakkan kakinya untuk melihat lebih dekat anak krakatau, dan mengenal serta menggali informasi dari badan vulkanologi setempat mengenai sejarah krakatau dan perkembangan Anak Krakatau. Selain keseruan mendaki gunung berapi, Kamu juga bisa menikmati keindahan pantai dan beragam aktivitas dalam air yang dapat dinikmati di sana.

Meski memiliki area seluas 320 hektar, namun tidak terdapat manusia yang tinggal di Anak Gunung Krakatau. Lokasinya terletak di sekitaran Krakatau Nature Reserve Area yang memiliki luas sebesar 13,605 hektar. Area  ini dikelola oleh Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) provinsi Lampung.

Ketinggian gunung berapi saat ini tercatat mencapai 450 meter semenjak kemunculannya di tahun 1927, yang artinya memiliki pertumbuhan ketinggian 5-6 meter per tahun. Gunung berapi ini akan terus tumbuh setiap tahunnya karena gunung berapi ini masih memiliki lava yang aktif di dalamnya. Oleh karenanya Kamu hanya bisa mendaki hanya sampai ketinggial 200 meter yang dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 30-45 menit. Proses pendakian dapat dikatakan tidak terlalu melelahkan atau menantang, walaupun Kamu dianjurkan untuk tetap membawa air minum karena tidak ada siapapun yang menjual air minum di puncak pendakian.

Gunung Krakatau
Gunung Krakatau

Saat kamu telah menyelesaikan pendakian, Kamu dapat beristirahat dengan berenang dan snorkeling di area sekitar pulau, seperti Pulau Sebuku atau Pulau Sebesi. Jangan lupa bertanya pada tour organizer Kamu apakah saat Kamu berkunjung merupakan musim ubur-ubur, karena tidak direkomendasikan berenang pada saat tersebut. Titik snorkeling di area Pulau Sebuku bisa dibilang tidak terlalu dalam sehingga kamu dapat melihat keindahan karang laut dan binatang laut.

Tempat snorkeling lain yang tidak kalah populer ada di sekitar Pulau Cabe dimana tempat ini menawarkan kehidupan terbaik di area tersebut. Kamu akan merasakan bahwa di area tersebut arus laut sangat kuat, sehingga kamu harus selalu waspada akan perubahan gerakan ombak. Tapi kami jamin Kamu tidak akan menyesal datang ke Anak Gunung Krakatau karena keindahan yang ditawarkan alam laut dan puncak gunung Krakatau.

Kami menyediakan jasa Open Trip bagi Kamu yang tertarik mengunjungi Gunung Krakatau, klik di sini.

Atau kalau Kamu tertarik untuk melihat paket Open Trip lain silahkan kunjungi website kami di sini.

Kami juga menulis artikel tentang destinasi populer lain di Indonesia antara lain kawah Ijen, dataran tinggi Dieng, pulau Pahawang, anak gunung Krakatau, gunung Bromo, pulau Komodo, pulau Belitung dan Raja Ampat

# # # # # # # # # # #

April 20, 2018

Leave a Reply