Gunung Bromo mungkin merupakan salah satu tempat paling terkenal di Indonesia yang terletak di Jawa Timur. Tempat ini begitu terkenal karena menawarkan pemandangan matahari terbit yang mengagumkan serta kawah vulkanik yang indah. Menyaksikan matahari terbit dari puncak gunung, berjalan sepanjang abu gunung berapi, memanjat tepi kawah gunung berapi dan menyaksikan langsung corong gunung berapi yang aktif merupakan sebagian dari aktifitas yang tidak akan Kamu lupakan saat Kamu berkunjung ke Gunung Bromo.

Gunung Bromo memiliki ketinggian 2.392 Meter di atas permukaan laut dan terletak dalam empat kabupaten, yaitu Probolinggo, Pasuruan, Lumajang dan Malang. Selain itu, Gunung Bromo juga termasuk dalam kawasan Bromo Tengger Semeru National Park, dimana terdapat beberapa obyek wisata yang bisa dikunjungi seperti Gunung Semeru, Gunung Tengger, Gunung Batok, beberapa danau dan tentunya Gunung Bromo sendiri.

Sebagai gunung berapi yang masih aktif, Gunung Bromo telah mengalami letusan dengan interval waktu yang teratur selama 20 abad ini, yaitu sekitar 30 tahun sekali. Letusan terbesar terjadi pada tahun 1974 dan kembali meletus lagi pada tahun 2010. Karena letusan yang rutin ini, keadaan alam Gunung Bromo penuh dengan lembah, ngarai, caldera atau lautan pasir dengan luas sekitar 10 Km.

Penanjakan

Biasanya aktifitas akan dimulai sekitar jam 2 pagi, kemudian Kamu akan mengendarai mobil Jeep yang telah disediakan penduduk lokal dan langsung menuju platform observasi di Gunung Penanjakan. Perjalanan akan menghabiskan waktu sekitar 40 menit dan pastikan kamu tidak tertidur atau Kamu akan melewatkan pemandangan lembah yang cantik.

Gunung Bromo masih termasuk ke dalam salah satu gunung berapi yang paling aktif di dunia, sehingga terdapat beberapa area yang tidak boleh dimasuki turis karena terlalu berbahaya. Walaupun begitu, pemandangan yang akan Kamu dapatkan dari dek observasi tetap akan membuat kamu menahan nafas.

Di kawasan bibir jurang di puncak Pananjakan, puluhan orang berkumpul untuk bersiap-siap melihat sebuah pemandangan yang akan memukau mata. Ketika matahari semakin memperlihatkan sinarnya menerangi langit malam, sesuatu yang terselubung di seberang jurang perlahan-lahan mulai terlihat bentuknya. Mula-mula berupa siluet, dan akhirnya tampaklah pemandangan yang begitu indahnya, bagaikan sebuah lukisan alam yang terbentang dengan indahnya. Warna matahari terbit yang berwana merah akan berubah secara perlahan menjadi warna emas. Dari puncak tersebut kamu dapat melihat seluruh Tenggel Caldera, dengan Gunung berapi Batok berada dibaliknya serta Gunung Semeru di belakangnya.

Untuk mendaki Gunung Bromo, Kamu harus terlebih dahulu pergi ke dasar Tengger Caldera. Kemudian kamu akan berjalan sepanjang pasir dan abu gunung berapi. Terdapat area mati — padang pasir yang terbuat dari api dan asap. Bukit pasir yang terdapat pada lokasi tersebut terlihat seperti ombak, oleh karena itu caldera juga disebut laut pasir.

Pemandangan Dari Puncak Gunung BromoPemandangan Dari Puncak Gunung Bromo

Sebenarnya untuk mencapai puncak gunung berapi tidaklah seberat yang kita duga. Negeri kita Indonesia kaya akan keberadaan gunung berapi. Dan ada gunung berapi yang dengan mudah kita taklukkan dan aman, salah satunya adalah gunung Bromo. Dan di puncaknya kita bisa melihat kawah yang masih ada aktifitas layaknya gunung berapi lainnya. Mengapa dikatakan mudah dan aman sebab gunung Bromo termasuk gunung yang tidak terlalu tinggi, jalan yang dilalui tidak berliku. Sehingga untuk sampai puncak tidak memerlukan waktu lama hanya hitungan jam, tidak berhari-hari seperti mendaki gunung berapai lainnya. Mendaki gunung Bromo tidak perlu persayaratan berat, jika kuat berjalan saja itu sudah cukup.

Jumlah anak tangga yang mencapai 250 buah (300 meter) akan menuntun kamu kepuncak gunung berapi. Jalur ini adalah jalur termudah dan paling umum untuk digunakan. Di puncak Gunung Bromo kamu dapat berjalan di sepanjang tepi kawah, melihat laut pasir dari ketinggian dan tentunya melakukan selfie. 

Di kawah yang masih aktif itu setiap tahun dilangsungkan upacara Kasada atau Kasodo. Orang suku Tengger yang beragama Hindu melarung sesajen berupa hewan hidup ke dalam kawah seperti ayam, kambing, makanan, dan lain-lain sebagai persembahan kepada Sang Hyang Widi.

Saat kamu tiba di puncak, tidak dapat dipungkiri pemandangan yang kamu lihat akan membuat Kamu merasa sangat kecil dibandingkan oleh alam semesta yang diikuti dengan rasa kekaguman atas ciptaan-Nya. Kami jamin ini merupakan pengalaman yang tidak dapat terlupakan.

Catatan: Cuaca dapat sangat dingin di pagi hari dan sangat panas di siang hari, bahkan dapat menyebabkan kulit terbakar. Jadi, jangan lupa bawa perlengkapan ya!

Untuk Kamu yang tertarik untuk mengunjungi Gunung Bromo, klik di sini.

Atau kalau Kamu tertarik untuk melihat paket Open Trip lain silahkan kunjungi website kami di sini.

Kami juga menulis artikel tentang destinasi populer lain di Indonesia antara lain kawah Ijen, dataran tinggi Dieng, pulau Pahawang, anak gunung Krakatau, gunung Bromo, pulau Komodo, pulau Belitung dan Raja Ampat.

 

# # # # # # # # # # #

April 18, 2018

Leave a Reply