Di akhir bulan September kemarin, Treya mendapatkan sebuah email dari Ardi, seorang traveler yang baru saja mengikuti open trip ke Pulau Pahawang dengan Treya di bulan Agustus yang lalu. Ardi ingin mengucapkan terima kasih kepada Treya karena di Open Trip yang lalu, Ardi kenalan dengan Nadia yang saat ini telah menjadi pacarnya. Lalu kami membalas emailnya dengan ajakan untuk menceritakan perjalanan Ardi dan Nadia kemarin. Untungnya Ardi bersedia untuk menceritakannya. Berikut adalah kisah Ardi dan Nadia:

“Nama saya Ardi (nama asli). Umur saya 22 tahun, dan berdomisili di Tangerang. Saya baru saja mulai bekerja di salah satu bank ternama di Jakarta tahun ini. Untuk merayakan pekerjaaan saya yang baru, saya dan 2 teman saya – Iim dan Kahfi (nama palsu) – memutuskan untuk ikutan open trip ke Pulau Pahawang bulan Agustus kemarin. Di Pulau Pahawang, saya memang berharap untuk dapat merasakan pasir putih yang lembut di jari-jari kaki saya, melihat air laut yang super jernih sampai saya bisa melihat dasar laut, dan juga menyaksikan matahari terbenam yang dapat menghangatkan jiwa saya. Yang tidak saya duga akan mendapatkan di Pulau Pahawang, adalah seorang pacar.

Perjalanan saya dimulai saat Iim mengusulkan untuk pergi ke Pahawang dengan ikutan sebuah open trip. Selain lebih murah dan semuanya sudah diatur oleh Trip Organizer/TO-nya, kita juga bisa kenalan sama orang-orang baru, walaupun awalnya tidak ada yang berharap dapat pacar juga sih, tapi kan mungkin saja bisa mendapatkan teman-teman baru dari trip ini.

Lalu Iim mengusulkan untuk cari dan book open tripnya melalui Treya sebab ada teman dia yang sudah pernah menggunakan Treya untuk pergi ke Bromo dan sangat puas dengan kemudahan menggunakan websitenya. Ternyata menggunakan website Treya memang sangat mudah dan kami daftar ikutan Open Tripnya dengan Treya.

Oke, cukup dengan cerita kepuasan saya dengan Treya sebab saya ingin menceritakan pengalaman liburan terindah saya.

Kita tiba di Pelabuhan Merak (meeting point di pukul 10:30 malam di sebuah hari Jumat. Saya lumayan lelah pada malam itu karena banyak kerjaan di kantor pada siangnya. Saya hanya ingin tidur saja di perjalanan menuju Pahawang. Namun, sebelum kita berlayar menuju Lampung, semua peserta open trip berkumpul dahulu di Dunkin Donuts Pelabuhan Merak bersama Tour Leader kami. Selain briefing trip weekend kami, kami juga saling kenalan antara peserta trip. Jujur saja saya kurang begitu perhatikan nama-nama peserta yang lain karena itu sudah hampir jam 11 malam, tapi saya sangat terpaku dengan Nadia (nama asli), seorang gadis cantik dengan rambut lurus sepanjang bahu, senyuman manis yang membuat saya malu-malu sendiri, wangi yang menarik hidung saya sepanjang malam, dan muka yang ikutan muncul di mimpi saya saat saya tidur di kapal menuju Lampung. Saya masih ingat jelas semua ini.

Saat kami tiba di Pahawang besok paginya, kami langsung sarapan. Saya lupa kami sarapan apa pagi itu sebab saya sibuk mencuri pandang ke Nadia, dengan harapan mungkin dia juga melakukan yang sama (dia tidak). Sarapan pun selesai dan kita semua bersiap-siap untuk snorkeling di sebuah pantai.

Pada dasarnya, saya memang orang yang sedikit pemalu, apalagi kepada perempuan yang saya sukai. Oleh karena itu saya tidak berani mengajak dia ngobrol sekalipun di saat kita menuju tempat snorkeling, saya hanya berani memperhatikan rambut dia saja ditiup oleh angin Lampung. Setelah itu tibalah saatnya di mana kita snorkeling di Pulau Cukuh Bedil, di mana airnya sangat jernih dan terumbu karangnya sangat indah.

Saya tidak bisa dibilang sebagai orang yang ahli atau sering melakukan kegiatan snorkeling, tapi saya cukup mengerti saja cara menggunakan peralatannya. Saya juga tidak begitu mengerti jenis-jenis ikan (saya hanya tahu ikan yang mana yang cantik dan jelek) dan juga tempat bersembunyi ikan-ikan yang aneh. Jadi mungkin kelihatannya aneh ya di mata orang lain di mana saya hanya berenang-renang saja di dekat permukaan laut, padahal yang lain bisa sampai menyelam untuk mencari ikan-ikan yang lebih unik.

Sampai suatu saat saya merasakan sebuah tepukan di pundak saya dari belakang. Saat saya melihat orangnya, ternyata dia adalah Nadia. Setelah itu Nadia pun mengajak saya melihat ikan-ikan lebih dekat lagi ke karang-karang. Saya sempat tidak percaya apa yang telah terjadi selama beberapa detik, bahkan saya sempat bertanya apakah saya sudah tenggelam dan ini hanya sebuah impian? Tetapi ini sebuah adalah kisah nyata dan Nadia betul-betul mengajak saya melihat ikan-ikan di dasar laut. Dan tentunya saya menerima ajakannya dan ikut menyelam ke bawah untuk melihat ikan-ikan yang cantik, namun pastinya tidak ada yang lebih cantik dari Nadia. Saya sangat bahagia di 1 atau 2 menit kita di bawah laut bersama.

Setelah sesi snorkeling tersebut, kita semua check in di homestay dan makan siang. Sejauh ini saya tetap belum berani untuk mengajak Nadia ngobrol, sampai akhirnya saya menuruti kata hati saya dan mengumpulkan nyali untuk duduk di sebelah Nadia dan ajak dia ngobrol. Seingat saya Iim dan Kahfi juga kaget dan sedih ditinggal saya, tapi saya sudah tidak peduli lagi. Setelah itu lahirlah banyak candaan dan obrolan di antara saya dan Nadia selama trip 2 hari dan 1 malam kita di Pahawang. Itu merupakan liburan terindah dalam hidup saya sejauh ini.

Sebelum tripnya selesai dan kita semua berpisah di Pelabuhan Merak esoknya pada hari Minggu, saya merasa bodoh dan pengecut apabila saya tidak meminta nomor WA-nya Nadia. Akhirnya, setelah mengumpulkan nyali lagi dan membaca Al-Fatihah dan surat-surat pendek dari Al-Quran, saya akhirnya bertanya apakah saya bisa meminta nomor WA-nya Nadia. Selama ½ detik Nadia membuat saya menunggu jawabannya, saya bisa merasakan jantung saya berdetak sekitar 200 kali dan hanya terus berdoa agar dia mau memberi nomor WA-nya. Setelah ½ detik, akhirnya Nadia mengatakan “Boleh boleh. Nomor gua 081********”. Ternyata Allah SWT mendengarkan doa saya selama ini!! Fast forward satu bulan ke depan, di akhir bulan September lebih tepatnya, kami berdua akhirnya pacaran secara resmi.

Saya tidak pernah menyangkan bahwa saya bisa mendapatkan pacar pada saat ikutan Open Trip, tetapi ternyata beginilah jalannya dunia. Terima kasih kepada Saya berharap travelers yang lain bisa mendapatkan keberuntungan dan kebahagiaan yang sama seperti saya dan Nadia. Terima kasih sudah membaca cerita yang panjang ini juga.

All the best!

Ardi & Nadia

Love is truly in the air ^^

Ardi & Nadia: Berawal Dari Open Trip.

# # # # # # #

October 9, 2017

Leave a Reply